Cara Pengendalian Jamur Akar Putih Tanaman Karet

_DSC8517
Tanaman karet sangat renatan dengan yang namanya serangan penyakit jamur akar putih atau dalam bahasa latin adalah Rigidoporus lignosus. Penyakit ini akibat serangan patogen dan di Sumatera Utara dan Aceh tingkat serangannya terhadap tanaman karet adalah 4-7%.

Klasifikasi jamur akar putih adalah sebagai berikut :
Kingdom : Fungi
Fillum : Basidiomycota
Kelas : Basidiomycetes
Subkelas :Agaricomycetidae
Ordo :Polyporales
Family :Meripilaceae
Genus :Rigidoporus
Spesies : Rigidoporus lignosus

Morfologi Jamur Rigidoporus lignosus
Jamur Rigidoporus lignosus membentuk tubuh buah berbentuk kipas tebal, agak berkayu, mempunyai zona-zona pertumbuhan, sering mempunyai struktur serat yangradier, mempunyai tepi yang tipis. Warna permukaan tubuh buah dapat berubahtergantung dari umur dan kandungan airnya. Pada permukaan tubuh buah benangbenang jamur berwarna kuning jingga, tebalnya 2,8-4,5 μm, mempunyai banyak sekat (septum) yang tebal. Pada waktu masih muda berwarna jingga jernih sampai merah kecokelatandengan zona gelap yang agak menonjol. Permukaan bawah berwarna jingga, tepihnyaberwarna kuning jernih atau putih kekuningan. Jika menjadi tua atau kering tubuh buah

Fase pertumbuhan jamur akar putih adalah :
Berdasarkan pada tingkat perkembangannya, serangan JAP di kebun dapat dikelompokkan ke dalam empat fase:

(0) Belum ditemukan rizomorf atau miselium JAP pada permukaan akar,
(1) Rizomorf atau miselium melekat pada permukaan leher akar,
(2) Infeksi JAP telah menimbulkan kerusakan pada jaringan kulit,
(3) Infeksi JAP telah menimbulkan kerusakan pada jaringan kayu,
(4) Infeksi JAP telah mematikan tanaman.

Gejala Serangan

  1. Serangan jamur menyebabkan akar menjadi busuk dan apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat semacam benang-benang berwarna putih kekuningan dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas.
  2. Gejala serangan yang tampak adalah daun-daun yang semula tampak hijau segar berubah menjadiberwarna hijau gelap kusam, layu akhirnya kering dan gugur kemudian diikuti kematian tanaman.
  3. Gejala lanjut akar membusuk, lunak dan berwarna coklat.

Pengendalian jamur akar putih
Cara pencegahan JAP :

  1. Menanam tanaman penutup tanah jenis kacangkancangan, minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet.
  2. Sebelum penanaman, lubang tanam ditaburi biakan jamur Trichoderma harzianum yang dicampur dengan kompos sebanyak 200 gr/lubang tanam (1 kg Trichoderma Harzianum dicampur dengan 50 kg kompos/pupuk kandang).
  3. Lubang penanaman diberi belerang100 – 200 gram per lobang.
  4. Disekitar tanaman muda yang berumur kurang dari 2 tahun ditanami tanaman antagonis antara lain Lidah mertua, Kunyit dan Lengkuas.

Pengendalian pada areal yang sudah terserang JAP:

  1. Pada serangan ringan masih dapat diselamat-kan dengan cara membuka perakaran, dengan membuat lubang tanam 30 cm disekitar leher akar dengan kedalaman sesuai serangan jamur.
  2. Permukaan akar yang ditumbuhi jamur dikerok dengan alat yang tidak melukai akar. Bagian akar yang busuk dipotong dan dibakar. Bekas kerokan dan potongan diberi ter dan Izal kemudian seluruh permukaan akar dioles dengan fungisida yang direkomendasikan.
  3. Setelah luka mengering, seluruh perakaran ditutup kembali dengan tanah.
  4. Empat tanaman di sekitar tanaman yang sakit ditaburi dengan Trichoderma Harzianum dan pupuk.
  5. Tanaman yang telah diobati diperiksa kembali 6 bulan setelah pengolesan dengan membuka perakaran, apabila masih terdapat benang jamur maka dikerok dan dioles dengan fungisida kembali.
  6. Pengolesan dan penyiraman akar dengan fungsida dilakukan setiap 6 bulan sampai tanaman sehat.
  7. Tanaman yang terserang berat atau telah mati/tumbang harus segera dibongkar, bagian pangkal batang dan akarnya dikubur diluar areal pertanaman, menggunakan wadah agar tanah yang terikut tidak tercecer di dalam kebun.
  8. Bekas lubang dan 4 tanaman di sekitarnya ditaburi 200 gram campuran Trichoderma sp. dengan pupuk kandang 200 gr per lubang atau tanaman.

Demikian informasi tentang cara pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman karet, semoga bermanfaat.

INDONESIA BERTANAM  MEMBUKA PELATIHAN
.
PELATIHAN MENGEMBANGKAN / MEMPERBANYAK JAMUR TRICHODERMA.
DAN BONUS PELATIHAN CARA MEMBUAT PUPUK TRICHOKOMPOS DENGAN BAHAN AKTIF TRICHODERMA
-
TIM INDONESIA BERTANAM SIAP DATANG KETEMPAT ANDA UNTUK ADAKAN PELATIHAN.
-
BIAYA PELATIHAN INI
+ BIAYA TRANSPOR DAN AKOMODASI 2 ORANG INSTRUKTUR. DITANGGUNG PESERTA

 

-
20121226_125034
Pelatihan Membuat Trichokompos
-
-
Salam Organik!! Ketergantungan kita terhadap bahan-bahan kimia (pupuk kimia) apalagi bahan yang bersifat sebagai racun (insektisida, fungisida dan bakterisida) harus segera kita tinggalkan. Kita harus menggali bahan-bahan disekitar kita yang bisa kita manfaatkan untuk mengganti bahan-bahan kimia tersebut. Sudah saatnya kita kembali ke alam. Banyak mikroorganisme yang dapat kita manfaatkan untuk proses kelestarian lingkungan kita.
Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida adalah jamur Trichoderma sp. Mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Spesies Trichoderma disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Beberapa spesies Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati seperti T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Konigii yang berspektrum luas pada berbagai tanaman pertanian. Biakan jamur Trichoderma dalam media aplikatif seperti dedak dapat diberikan ke areal pertanaman dan berlaku sebagai biodekomposer, mendekomposisi limbah organik (rontokan dedaunan dan ranting tua) menjadi kompos yang bermutu. Serta dapat berlaku sebagai biofungisida. Trichoderma sp dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur penyebab penyakit pada tanaman antara lain Rigidiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, dll.
Sifat antagonis Trichoderma meliputi tiga tipe :

  1. Trichoderma menghasilkan sejumlah enzim ekstraseluler beta (1,3) glukonase dan kitinase yang dapat melarutkan dinding sel patogen
  2. Beberapa anggota trichoderma sp menghasilkan toksin trichodermin. Toksin tersebut dapat menyerang dan menghancurkan propagul yang berisi spora-spora patogen disekitarnya
  3. Jenis Trichoderma viridae menghasilkan antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecambah

Pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma sp dapat dibuat dengan inokulasi biakan murni pada media aplikatif, misalnya dedak. Sedangkan biakan murni dapat dibuat melalui isolasi dari perakaran tanaman, serta dapat diperbanyak dan diremajakan kembali pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Isolasi banyak dilakukan oleh kalangan peneliti maupun produsen pupuk, tetapi masih terlalu merepotkan untuk diadopsi oleh petani. Sebagai petani, untuk lebih efisiennya dapat memproduksi pupuk biologis yang siap aplikasi saja, sehingga hanya perlu membeli dan memperbanyak sendiri biakan murninya dan diinokulasikan pada media aplikatif. Atau jika menginginkan kepraktisan dapat membeli pupuk yang siap tebar untuk setiap kali aplikasi.

Dari beberapa literatur yang pernah saya baca dengan penambahan pupuk biologis Trichoderma sp akan meningkatkan efisiensi pemupupukan. Pada tanah yang tandus pemberian pupuk organik Trichoderma sp dan pupuk kimia secara bersamaan akan memberikan hasil yang maksimal daripada pemberian pupuk organik atau pupuk kimia secara terpisah walaupun dengan jumlah yang banyak. Dengan pemberian pupuk organik akan menghemat penggunaan pupuk kimia.

Biasanya penyakit layu dan busuk pangkal batang pada tanaman disebabkan oleh jamur fusarium sangat sulit dikendalikan dengan fungisida kimia. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita mencoba mengaplikasikan pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma sp pada tanaman kita untuk mencegah penyakit akar dan busuk pangkal batang yang dapat menyebabkan layu tanaman.

-

image

EDISI KHUSUS #BestSeller
VCD Panduan Praktis
Mengisolatkan/Membuat Biang Trichoderma dari dalam tanah dan Memperbanyak Biang Trichoderma

Dengan menonton VCD ini anda bisa memproduksi Biang Trichoderma dan membiakannya untuk jumlah yg lebih banyak

Harga Rp.75.000,-
Ongkos Kirim Via Pos Rp.25.000,-
Total Rp.100.000,-

Bagi yang berminat Silahkan Kontak Kami:
hub/sms : 0852 6524 7846

***Kami hanya mengirim via POS.
Mhn sms Alamat lengkap disertai kodepos. dan pembayaran transfer rek bank BRI kami

 

About these ads

2 Komentar

  1. 21 Juli 2014 at 20:08

    […] Cara Pengendalian Jamur Akar Putih Tanaman Karet. […]

  2. 22 Juli 2014 at 16:06

    […] Cara Pengendalian Jamur Akar Putih Tanaman Karet. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: